Jumat, 21 November 2014

Separuh Kebahagiaan

Hayy gaes! ini aku buat cerpen tugas kelas 9 maaf kalo seandainya bahasanya jelek sama acak-acakan :)

Separuh Kebahagiaan


Plung.
Batu terlempar dari tangan yang memutih. Dia tertunduk lesu,memeluk lututnya yang beku.
“KENAPA? KENAPA HAL INI SULIT SEKALI DIJELASKAN, TUHAN? APA PENYEBABNYA? ARRGGHH SHITT!!,” teriak Clarissa diikuti gemanya yang terdengar sayup . Setetes air matapun mengalir.
***
                “darimana saja kamu?” bentak Riko. Tak ada jawaban dari rissa.
                “HEY? DARIMANA?” suaranya mulai meninggi. 
                “Tempat biasa ,” jawab rissa singkat.
                “APA? Sudah berapa kali kakak bilang, jangan kesana lagi!” rissa pergi ke kamarnya tanpa menggubris perkataan Riko. Mikha dengan wajah cengo, memandang kedua sahabatnya itu yang selalu bertengkar, “mau sampai kapan mereka seperti itu?” batin Mikha.
               
****
                Esoknya, diam-diam rissa pergi menuju tempat itu lagi. Saat menuju tempat tersebut, dilihatnya seorang lelaki yang tengah berdiri di sebuah rumah tua besar. Didekatilah pria itu dan berdiri disampingnya sambil mengamati apa yang tengah dilihatnya.
                “Rumah yang indah bukan?” kata pria tersebut.
                 Tak ada jawaban. “Rumah tuabesar kaya gini dibilang bagus? Rumah tua berhantu itu baru bagus” cetus rissa dalam hati.
                “dilihat memang menyeramkan, tapi sebenarnya ini menyimpan rahasia besar!” jelas lelaki itu,
                “rahasia besar?” clarissa penasaran.
                “iya, dulunya rumah ini adalah rumah dimana pembantaian keluarga Ethan David dan hanya aku yang tersisa di keluarga Ethan ini, sedikit orang yang tau bahwa disinilah TKP yang sesungguhnya,” jelas lelaki itu.
               “kamu anakEthan David? detektif yang meninggal 7 tahun yang lalu?”
               “iya benar, akulah satu-satunya yang  selamat dari pembantaian itu, dan sampai saat ini mungkin para penjahat itu masih mencariku, karena tak ditemukannya jasadku di tempat kejadian.”
               “oohh,” jawab rissa singkat.
Sebenarnya dia ingin bertanya lebih banyak, tapi apa daya mungkin itu terlalu privasi untuk ditanyakan. Rissa pergi menginggalkan lelaki itu tanpa mengetahui siapa nama lelaki itu dan mengapa dia bisa selamat dari pembantaian keji itu. Berita terkeji yang pernah dia dengar.
***
               “Sera, hari ini, ketika perjalanku menemui mu, aku bertemu sesosok pria  jakung yang tampan, kalau dilihat-lihat dia sangat pintar, tapi dia memiliki masalalu yang kelam. Dia ternyata anak dari detektif Ethan David, idola kita!” Guman clarissa sambil memandang kerumunan kabut di danau itu. Dia mengeluarkan tabletnya, dan sengaja membiarkan lagu Skyfall milik Adele melantun lembut menemani kesunyian.  Rissa memang sering datang ke Danau ini untuk mengenang temannya yang telah meninggal disini setahun yang lalu.  Walaupun ia telah dilarang oleh Riko, sahabatnya sekaligus sudah ia anggap sebagai kakaknya sendiri. Rissa tau mengapa dia berperilaku seperti itu karena Riko tidak mau kehilangan sahabatnya untuk yang kedua kalinya.
             “Danau yang menakjubkan bukan?”  suara itu terdengar sayup memunggungi Clarissa.
             “kurasa tidak, danau Skyfall, danau indah namun penuh dengan memori yang tak dapat dilupakan. Tempat dimana seseorang harus pergi untuk meninggalkanku selamanya,” jawab Clarissa.
Pria itu tiba2 saja duduk disampingnya, saat itu juga Clarissa baru sadar bahwa lelaki ini adalah lelaki yang ia temui saat menuju danau ini. Tanpa sadar, sebuahjaket Azzurasudah menyelimuti punggungnya. Tatapannya nanar, degg. Berdetakjantungnya.
             “kamu tau kenapa tempat ini dinamakan lembah Skyfall?” tanya pria itu.
             “entahlah, mungkin yang menemukannya bernama skyfall atau mungkin istrinya yang bernama skyfall” jawab rissa asal.
             “hahaha ada-ada saja kauini,” tawa dan senyumnya membuat Rissa tak bisa berkutik memandang matanya semakin dalam, “Lembah Skyfall. Dingin, kelam, temaram,hening, manai. Lembah dimana langitpun terlihat jatuh seperti namanya, skyfall. Langit Jatuh. Danau dan Lembah Skyfall ini sangat sinkron, mereka ditakdirkan berjodoh,” jelasnya seraya memandang wajah rissa karena ia merasatalah diperhatikan. Rissa menunduk malu.
            “kamu masih tinggal di sini?” tanya rissa
            “tidak.” jawabnya singkat.Ketika mendengar lagu skyfall pria itupun mengikuti liriknya, “Let the Skyfall when itu crumbells, nananana,,,”nyanyinya.  Sedikit fals, entah mengapa itu justru membuat rissa semakin memandangnya lebih dalam.
             “Suka lagu ini? Aku pun juga,” ucap pria itu.
             “loh akukan gak nanya,” weekk ledek rissa.
              Pria itu memutar kedua bola matanya. Mencari kata-kata agar tak terdengar garing. “Ohh yaa sampai lupa daritadi kita belum kenalan?Kenalin namaku Akai, panjangnya Akai Ethan,” kenalnya.
Rissa melebarkan matanya, “Akai? Nama yang aneh, hahaha... Namaku rissa. Clarissa carter.”
“aku sih cuek. hahahahaa....”
***
               Setengah jam sudah. Diam. Tak sekatapun terlontar dari kedua mulut itu.“Aduh mati.. kenapa harus lagu ini,” sesal rissa dihati. Lantunan Heart Attack milik demi lovato pun menjadi backsound yang mengalir dikecanggungan. Pandangan mereka jauh menatap biasan langit jingga membuat danau ini bak lautan emas.
             “menakjubkan!” rissa mencoba mengawali percakapan kembali.
             “tak pernah aku melihat Skyfall seceria ini,” senyum itu mengembang di kedua sudut bibirnya.
             “Sekarang kamu tinggal dimana?”
             “London. Bersama bibiku, marriana. Kalau kamu? Sedang iburan?”
             “kamu selalu bisa menebakku yaa! Iya aku liburan semester akhir dan memilih kembali lagi kesini. Aku juga tinggal di London, tepatnya bakker street.”
            “oohhhhhhhhh” kata itu sengaja akai panjang-panjangkan.
            Senja mulai menidur. Clarissa ingat, Riko pasti mencari dirinya. Sesegera mungkin dia berpamitan kepada Akai dan bergegas kembali ke vila. Sesampainya di villa, dilihatnya mobil chevrolet silver keluar dari garasi. Dari spion, riko melihat rissa berdiri mematung di pagar villa. Mobilpun kembali menuju garasi. Seperti kemarin, Riko menceramahi Clarissa untuk tak datang ke danau itu lagi. Ini kali, clarissa membela diri.
           “Riko, aku bisa menjaga diriku sendiri, toh aku juga bisa berenang kan kalau tenggelam? Tak perlu khawatir tentang itu,” ujar Clarissa
           “tapi rissa, ini juga untuk kebaikanmu, kamu tau kan gimana rasanya ketika sera pergi? HANCURR!” gertak riko
           “iya aku juga ngerasain gimana rasanya ko, berat memang. Tapi apa salahnya kalau hanya sekedar mengunjunginya?”
           “terserah kamu sajalah!”
Mendengar kedua sahabatnya itu terus bertengkar, mikha kini mencoba menenangkan keadaan.
           “sudahlah, jangan bertengkar terterus, kasian sera, dia pasti sedih melihat sahabatnya bertengkar terus seperti ini,” ujar Mikha. Riko diam.
           “yasudahlah, toh ini juga sudah malam, lebih baik kita tidur sekarang,” saran clarissa.
 ***
Dear my blog,
Hari ini, cerah. Sumringah. Indah. Sesosok pria, dia pintar menganalisis, tampan, peka (sedikit sih),dan  lumayan cuek. Liburan kali ini terasa berbeda, aku bertemu pria itu, kita berkenalan,bercerita sedikit tentang kehidupan kita. Benih? Entahlah..... lalu bagaimana ‘dia’? Separuh kebahagiaanku, jiwaku, hidupku.....
              Tesss. Setitik demi setitik airpun tak terbendung dari ekor matanya. Yaah setidaknya itulah yang ia tulis di blog rahasianya. Ditemani lagu half alive dari secondhand serenade jarinya terus berlarian diatas keyboard. Ia mencoba mempercepat waktu karena matanya sudah setengah menutup.
Jam tangan ripcurlnya menunjukan pukul 1, yah memang belum telalu larut baginya. Tapi matanya... menjelma menjadi mata panda. Dibalik selimut, dia terus memikirkan Akai. Jatuh cinta. Itulah yang ada dipikirannya malam ini. Tapi baginya, dia sangat mudah suka terhadap siapapun. Pikirannya terlalu dangkal untuk memikirkan hal labil seperti itu. Dia termasuk orang awam dalam percintaan. Clarissa memandang langit,  “liburan kali ini, akan menjadi liburan yang penuh memori. selamat malam, sera,” batin rissa. Terlelaplah dia dalam mimpi-mimpi fantasinya.
***
               “suatu hari, aku akan mengatakannya rissa, aku akan mengatakan bahwa aku sangat menyukaimu,” suara itu terdengar lirih disertai decitan gorden yang terhempas oleh angin malam. Pria itu mencium foto clarissa dan bergegas tidur.
***
                Paginya, clarissa terkejut, dilihatnya seseorang yang sangat mirip dengan Akai tengah duduk di lantai bawah. Ya dia memang akai. Ia berjalan terseok, tubuhnya masih sulit beradaptasi untuk berdiri.
              “selamat pagi, Carter?” salam Akai sambil mengembangkan senyumnya.
              “sampai kapan kamu terus memanggilku Carter? Maaf kalau mukaku sedikit berantakan,” ucap Clarissa
              “aku lebih nyaman seperti itu, hahaha,,,” tawanya begitu renyah menggema kesetiap sudut villa.
               “eehh kalian ternyata sudah saling kenal, ini aku buatkan roti bakar dan kopi panas untuk kalian,” ujar mikha sambil membawa makanan dari dapur.
               “terimakasih,” ucap Akai
               “ngomong-ngomong ada apa kamu kesini?” tanya Clarissa
               “aku diminta Mikha untuk menyelidiki kembali kasus kematian sahabatmu, sera.”
               “kamu detektif? Tapi untuk apa menyelidiki kasus ini? Bukankah sudah jelas bahwa sera meninggal karena terpeleset ketika ingin pulang dari danau itu?”
               “iya aku detektif, menurut mikha kasus ini ada yang janggal, jadi dia memintaku untuk menyelidikinya,” jelas Akai, “Nggg mau tanya, toiletnya dimana yaa?”
              “ohh kamu tinggal lewat kamar yang di pojok itu terus belok kiri, naah situ,” jelas rissa.
Mikha sudah mengenal akai sejak lama karena mereka satu universitas yaitu oxford. Dugaan Clarissa benar, Akai memang seorang detektif. Dia sudah banyak memecahkan kasus yang sulit. Setelah mereka sarapan, mereka pergi ke danau itu. Sulit memang, kasus yang sudah terpendam selama 1 tahun muncul kembali. Bak luka lama yang baru saja mengering terkelupas lagi. Pedih rasanya.
***
            “disini mayat sera ditemukan,” tunjuk mikha ke salah satu sudut tepian danau.
            “kemana riko?” tanya akai
            “dia sedang kembali ke london untuk tugas kuliahnya.”
            “kita butuh dia sekarang!”
            “baiklah akan aku telpon dia.”
             Setelah menelpon riko, mereka kembali ke villa dan menunggu kedatangan riko dari london.
***
             Sorenya mereka kembali ke danau ini lagi.
             “aku sedikit ragu dengan kasus ini,” ucap akai sambil mengerutkan dahi.
             “kenapa? Kamu sudah tau pembunuhnya? Atau bagaimana?” tanya riko bertubi-tubi.
             “Ya, kurasa kamu!” tegas akai
             “tapi kenapa bisa aku?” wajah riko tampak ketakutan
             “kamu mencintainya kan?”
             “bb..baa.bagaimana kamu tau?” raut wajahnya semakin tak karuan
             “ saat aku pergi ke toliet tadi pagi, aku melewati kamarmu, dan tak sengaja melihat kamarmu yang berantakan penuh dengan foto-foto sera, dan difoto itu sera tak pernah melihat ke kamera, kamu memfotonya secara diam-diam. Berati sudah jelas bahwa kamu jatuh cinta kepadanyasecara diam-diam,”
            “KAMU? KAMU PEMBUNUH! MENGAPA KAMU LAKUKAN INI SEMUA?” teriak mikha
            “aku bukan pembunuh, aku bisa menjelaskan ini semua,”
            “tidak kamu jelas-jelas sudah membunuh sera!”
            “bukan aku bukan pembunuh, itu kecelakaan!”
            “itu memang bukan kecelakaan ataupun pembunuhan,” ujar akai mencoba melerai keduanya.
            “lantas?” tanya clarissa?
            “dulu riko pernah menyatakan cintanya disini, dan sera menolaknya. Hati riko hancur, pastinya sera akan menjelaskan kenapa dia menolak riko. Sera sudah mencintai pria lain. Mikha. Dia hidup tanpa cinta, lantas dia pikir lebih baik jika mengakhiri hidupnya dan sebelum itu dia telah berpamian kepada riko. ”
            Deggg.. jleebb.. Bagai dihujam panah bertubi-tubi. Wanita yang ia cintai selama ini ternyata mencintai sahabatnya sendiri, mikha. Darah serasa naik dari ujung kaki menuju kepala. Belumlah sampi ke ujung kepala, tangan kanannya sudah melayang ke pipi kiri mikha. Darah mengucur dari hidungnya. Mikha sebenarnya juga marah, apadaya dia hanya bisa pasrah, semua ini salahnya. Dia tau jika sera menyukainya, dan sera juga tau mikha telah menyukai orang lain. Rissa dan akaipun mencoba menghentikan pukulan-pukulan yang dilakukan oleh riko kepada mikha.
***
Setahun kemudian.
           Tak ada orang. Rumah ini bak tak berpenghuni, hanya adapak satpam, supir, dan bi inah yang menemani rissa setiap hari. Orang tua? Mereka sibuk dengan pekerjaanya. Sudah menjadi hal biasa bagi rissa. Tubuhnya tak berkutik menulis tugas sastra inggisnya  yang menumpuk di depan laptop. Bipp... bipp... tabletnya bergetar tanda sms masuk.
Dari : Akai
Bagaimana harimu? Adakah waktu? Kutunggu kau di tempat dan jam seperti biasa. Sahabatmu.

             Balasan yang berisi meng-iya-kan pun terkirim. Senyum manisnya mengembang disertai lesung pipitnya. Sesegera ia mengenakan jaket tebalnya dan mengeluarkan mobil swift merahnya dari garasi. Jalanan terlihat lenggang dan hanya segelintir mobil yang lalu lalang, malam ini salju turun cukup lebat. Marriana Cappucino. Diparkirkanlah mobilnya dekat kedai tersebut.
            “hayy carter,” sapa akai hangat
            “hay juga, bagaimana kuliah dan pekerjaanmu?”
            “lancar-lancar saja, ohh ya bagaimana mikha setelah kemarin menembakmu?”
            “entahlah, sampai saat ini aku masih belum berani mengatakan apapun padanya,”
            “ini dia, 2 cappucino hangat dengan taburan choco granule, selamat menikmati,” ucap seorang pelayan dengan ramahnya.
             Rissa menyalakan lagu yang ada di tabletnya, it will rain, lagu favoritnya.
            “nanana...nanaa..” suara itu terdengar lembut mengikuti suara sopran bruno mars.
            “bukankah ini salju? Harusnya it will snow dong!” protes akai
            “biarlah, aku lebih suka hujan daripada salju. Apakah kamu tau kenapa aku sangat suka lagu ini?” wajah rissa sedikit serius
            “entah, apa karena sera?” wajahnya pun ikut serius menatap mata rissa yang mulai berkaca
            “bisa jadi, ada saat orang itu memiliki titik lemah bukan? Ketika ia sedih, terpuruk, jatuh. Maka kita butuh seseorang, seseorang yang menjadikan kita merasa lebih baik. Dan aku kehilangan itu, separuh kebahagiaan ku telah pergi bersama jasadnya ke alam sana, setiap hari pasti diriku ‘hujan’,” tetes demi tetes mengalir dimata rissa. Akai tak mampu berkata apa-apa. Rissa menyandarkan kepalanya ke bahu akai.
             “tapi kini ada kamu, mikha, dan riko yang setia menemaniku. Terimakasih,” senyum mulai kembali mengembang di wajah rissa. Malam pun larut dalam .
***
Biippp....biiipp...biipp....
            “iya, halo eta?” tanya rissa kepada sahabatnya, eta.
            “hay rissa, aku ingin curhat sama kamu nih,”
            “tentang apa? Kuliah?”
            “ihh kamu mah kuliah mulu yg dipikirin, kamu kan sahabatnya bantu aku dong,”
            “Iyaa terus?”
            “eehhhh gajadiiiiii, mamahku minta dianter ke mall, besok di kampus aja yaa, bye”
Tiittt...
***
             Senja kali ini, salju di london belum juga menipis, tapi syukurlah sekarang lebih membaik. Rissa menatap jauh ke Sungai Thames betapa indahnya sore ini tanpa adanya salju yang turun. Hatinya kosong, tatapanpun berubah lamunan. Matahari pergi meninggalkan guratan-guratan jingga mengudara. Malam pun datang.
            Rissa duduk di kursi taman dekatLondon Eye,seseorang pun mendekatinya.
            “carter, malam yang dingin bukan?” tanya akai sembari memberikan coklat panas ke rissa
            “iya memang, kok kamu ada disini?”
           “aku dari tadi sore mengikutimu, dan menunggu waktu yang tepat,”
            Menunggu waktu yang tepat? Apa ini saatnya? Saat dimana hatinya harus hancur?
           “kamu mau apa mengikutiku? Menjadi mata-mata?” jantungnya pun tak henti2nya berdetak.
           “emmmm... aku menyukaimu,” kata itu tiba-tiba terlontar tanpa akai sadari.
            Jeeggg. Jederrrr. Seperti disambar guntur. Hatinya pecah, sakit, hancur. Apa yang harus rissa katakan. Dia glagapan.
          “aku masih menyukai difa,” kata-kata naif itu coba rissa rangkai untuk menutupi semua kehancurannya.
         “tapi mengapa? Bukakah kamu sudah melupakannya?” tatapan akai nanar.
          Tangan rissa memeluk cangkirnya erat-erat. Mencoba menghilangkan sambaran hebat yang mengenai tepat di hatinya. Keputusannya sudah bulat, ia mengambil nafas dalam-dalam, mencoba menyusun kata demi kata yang tak bisa ia luapkan ke akai.
         “tapi maaf, aku tak bisa.........”
          Risaa pergi meninggalkan akai bersama coklat panas miliknya. Mencoba terlihat tegar, tetap saja matanya tak bisa membendung semuanya. “kenapa? Kenapa harus aku menerima semua ini tuhan?” batin rissa. Eta. Dia ternyata telah menyukai akai jauuhh sebelum rissa mengenal akai.Rissa harus merelakan separuh kebahagiaannya hilang ‘lagi’. Bagaimanapun ia juga harus rela melihat separuh kebahagiaannya menjadi milik Eta. Rissa terus berjalan menjauh dari akai. Akai yang tengah duduk terperangah melihat separuh kebahagiaannya pergi. Hanya punggung rissa yang terlihat mulai jauh. Menjauh. Dan hilang.

Jumat, 20 Desember 2013

Contoh Resensi Buku "Mengetahui Tata Surya Kita"

Nihh buat kalian anak kelas 9, kalian dapet tugas dari guru bahasa indonesia tentang meresensi buku kan?
naah kali ini aku udah bikin contoh resensi buku pengetahuan populer... semoga bermanfaat :)
Mengetahui Tata Surya Kita
Judul buku   : Bertamasya ke Tata Surya
Penulis         : Rinawan Abadi
Penerbit       : Intan Pariwara 
Tebal            : iv+76 halaman
Thn. Terbit    : Januari, 2008

Alam semesta telah sejak lama memukau manusia dengan keindahannya dan juga misteri di dalamnya. Dan perjalanan sejarah manusia membuktikan kalau keingintahuan untuk menyingkap misteri di alam semesta telah membawa manusia dalam perjalanan panjang penelitian dan penjelajahan. Salah satu bagian dari Alam semesta adalah Tata Surya. Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet (Merkurius, Venus , Bumi , Mars , Yupiter, Saturnus , Uranus , dan Neptunus), satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.
Tata surya merupakan misteri yang menggelitik manusia untuk selalu dipelajari. Keelokan di dalamnya telah menarik manusia untuk mempelajarinya sejak dulu kala. Keberadaannya menjadi salah satu inspirator utama perkembangan ilmu pengetahuan juga teknologi. Hampir setiap ilmu diterapkan untuk menunjang perkembangan penelitian luar angkasa. Ilmu tentang makhluk hidup seperti biologi dan cabang-cabang ilmunya, ilmu mengenai materi seperti Kimia, Geofisika, dan yang lainnya, ilmu mengenai manusia besreta aktivitas ekonomi, sosial, politik, dan budayapun juga ada dalam penelitian tata surya ini. Maka dari itu, tata surya telah menyingkap seluruh rahasia-rahasia yang belum kita ketahui sebelumnya.
            Di dalam buku Bertamasya ke Tata Surya karangan Rinawan Abadi inilah kamu akan kita bisa mengetahui secara rinci tentang isi tata surya kita. Kamu juga akan diberi foto-foto dan ilustrasi “indah”  yang akan membawa kita seakan berada di angkasa dan bertamasya di tata surya kita.
Pada buku ini, perjalanan di Tata Surya diawali dari Matahari kemudian ke setiap planet dan keluarga Tata Surya lainnya seperti bintang, satelit, asteroid, dan yang lain-lain. Keindahan Tata Surya dipaparkan dengan bahasa yang sederhana untuk dipahami. Penjelasan apa itu matahari sebenarnya, isi juga cara terbentuknya matahari, dan peristiwa menarik dalam matahari. Semua planet dikupas sampai ke proses yang terjadi di dalamnya juga terdapat satelit yang mengitari planetpun juga dijelaskan. Pada bumi, juga dijelaskan apa saja yang ada di bumi, sseperti atmosfer, sungai, laut, dan lain-lain, serta mengapa bumi adalah satu-satunya planet yang bisa ditinggali oleh manusia. Dan tak lupa definisi The Milk Way atau Galaksi Bimasakti, dimanakan demikian, karena bentuknya menyerupai tumpahan air susu yang jatuh ke lantai. Pluto saat ini bukan planet, melainkan planet kerdil atau dwarf planet.
Kehadiran klasifikasi baru planet katai juga dijelaskan dengan baik.Buku ini sangat baik untuk para pelajar yang ingin mengenal lebih dekat Tata Surya dan semua yang ada di dalamnya. Buku ini telah dikemas rapi, dan bahasanya yang mudah untuk dicerna banyak orang. Bagi anak-anak pun buku ini sangat menarik karena ada gambar-gambar pendukungnya. Bukunya yang tidak terlalu tebal dan kualitas kertasnya yang baik membuatnya mudah untuk dibawa kemana-mana. Jadi, membuat kita tidak merasa bosan dan bisa membacanya diwaktu luang.